[BSI BIG FAMILY 2011]

Rabu, 04 April 2012

Polisi Bekuk Penipu Ulung Toko Online



 
Nasrullah ditangkap polisi karena diduga melakukan aksi penipuan melalui berbagai metode. Cara yang kerap dilakukan Nasrullah adalah menyebarkan kupon undian palsu ke rumah mewah di kota-kota besar di Indonesia dan menipu melalui toko online di jejaring sosial Facebook.

Menurut Kepala Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hermawan, aksi Nasrullah yang sudah dilakukan sejak 2009 itu telah menipu 60 korban yang tersebar di seluruh Indonesia dengan nilai keuntungan mencapai puluhan juta rupiah.

"Dalam melancarkan aksinya, tersangka membuka kemasan produk seperti Kopi ABC Moka yang sedang melakukan promosi undian. Disilet kemasannya lalu dimasukkan kupon-kupon palsu," ujar Hermawan, Rabu (20/7/2011) di Polda Metro Jaya.

Untuk meyakinkan konsumen, di kupon-kupon itu juga tertera logo Kopi ABC, surat keterangan polisi, dan surat keterangan dari manajemen Kopi ABC, PT Santos.

"Bahkan, di situ tidak lupa disebutkan peringatan waspada penipuan undian berhadiah supaya lebih meyakinkan. Di sana juga dicantumkan nomor pelaku yang bisa dihubungi untuk transfer uang," kata Hermawan.

Usai dimasukkan ke dalam kemasan, pelaku pun menutupi bekas silet dengan lem. "Mereka lalu biasa menukarkannya ke toko-toko. Tapi lebih sering mereka lempar begitu saja ke rumah-rumah mewah di Jakarta dan Sulsel yang lebih mudah mengeluarkan uang," ucapnya.

Selain melakukan penipuan dengan menyebar kupon palsu, Nasrullah juga memperdaya korban melalui toko online palsu di Facebook. Dengan menggunakan akun Facebook Chichio Shop dan Noviansyah Cellular Shop, Nasrullah bersama  beberapa temannya menjual Blackberry Gemini, Blackberry Storm, dan iPad.

"Barang-barang itu dijual dengan harga sangat murah seperti Blackberry Gemini dijual Rp 1,4 juta. Itu akhirnya membuat banyak korban tergiur dan mentransfer sejumlah uang ke rekening yang ada di akun itu," ucap Hermawan.

Ketika uang sudah ditransfer, barang tak kunjung datang. Atas kelihaian menipu korbannya ini, Nasrullah terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pemuda yang menganggur sejak lulus dari bangku SMP ini pun diciduk polisi pada Jumat (15/7/2011) di rumahnya di kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni 8 buah ponsel berbagai merek, 1 buah laptop Toshiba, 1 modem, 1 flashdisk, 2 buku tabungan Bank BRI, 2 buah kartu ATM BRI, 1 buah ATM BNI, 1 plastik kopi bubuk ABC Moka dan kupon palsu, 2 buah KTP atas nama Nasrullah, serta uang tunai Rp 3,85 juta.

Nasrullah dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 28 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.





Apa yang menjadi pemikiran anda tentang barang-barang berharga mahal di pasaran dijual dengan harga murah di situs jejaring sosial facebook ataupun toko online lainnya. Nah sebaikknya anda waspada dengan maraknya penipuan toko online melaui facebook ini. Metode yang biasa digunakan oleh penipu, adalah berjualan online/online shop. Barang yang paling banyak ditawarkan adalah seperti ipad, iphone, blackberry, laptop, dan aneka smartphone merk terkenal.


Berawal dari penelusuran barang yang ditawarkan melalui chat ini dan tagging foto di facebook kami mencoba untuk mencari informasi tentang toko online tersebut di forum-forum online. Dan ternyata kami memperoleh informasi beberapa pembeli yang melaporkan penipuan atas toko online tersebut.
Untuk menarik perhatian orang, bisanya penipu menawarkan barangnya dengan harga super murah dengan alasan karena barangnya adalah barang BM. Bahkan harga yang ditawarkan bisa kurang dari setengah harga. Nama yang dipakai untuk toko mereka pun bermacam-macam. Dengan alamat diduga fiktif.

Pelaku juga membuat disclaimer yang meyakinkan tidak ada tindak penipuan dalam transaksinya sehingga seolah-olah bukan toko online gadungan. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi secara langsung kapan saja. Bahasanya pun hangat dan lihai melakukan penjebakan dengan cara apapun. Juga info meyakinkan bahwa pembeli bisa mengecek barangnya lewat layanan pengiriman barang seperti Tiki JNE.

Nah jangan beranggapan bahwa semua toko online di internet melakukan penipuan. Ada cara-cara untuk mebeli barang-barang yang aman di internet.

Jangan bernafsu membeli barang jika penawaran dengan harga murah bahkan setengah harga asli produk tersebut. Anda bisa cek harga pasaran barang tersebut.
Si penjual yang hendak menipu biasanya takut untuk menampilkan profil lengkap Wall tertutup untuk semua orang, Tidak Tercantum testimonial untuk membuktikan kepuasan pelanggan atau  Comment di Foto Barangnya tidak ada.
Carilah penjual yang sekiranya anda kenal atau teman anda sudah kenal sejak lama dan sudah membuktikan bahwa si penjual tidak melakuan penipuan.
Jangan tergesa-gesa dalam mentransfer uang pastikan wilayah rekening cabang sama dengan alamat yang sama.
Kode area handphone mungkin bisa meyakinkan anda.
Untuk berhati-hati gunakan rekening bersama. Dengan rekening bersama saat anda membeli produk dengan transfer uang anda akan ditahan di bank hingga anda mendapat konfirmasi bahwa barang sudah di tangan anda.
Percayalah pada orang-orang jujur yang tidak tergesa-gesa menawarkan barang-barangnya  Modal bisnis online atau membeli produk online adalah rasa saling percaya namun bukan berarti tergesa-gesa untuk membeli mesikipun dengan harga murah. Dan jika anda menemukan penipuan segera laporkan yang berwajib dan beritahu teman anda jangan sampai terkena penipuan yang menawarkan produk dengan harga miring.